Kamis, 22 Juli 2021

Aksi Nyata

Aksi Nyata 1.4 Budaya Positif

Latar Belakang

Pada masa pandemi Covid-19 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19) tentang belajar dari rumah. Dalam aturan itu disampaikan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa harus terbebani tuntutan menyelesaikan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan di sekolah.

Pembelajaran jarak jauh difokuskan untuk peningkatan pemahaman murid mengenai pandemi Covid-19. Adapun aktivitas dan tugas pembelajaran dapat bervariasi antar peserta didik, sesuai minat, bakat dan kondisi masing-masing, termasuk dalam hal kesenjangan fasilitas belajar di rumah. Namun, sampai hari ini ruang kelas masih dipandang sebagai pendidikan yang sesungguhnya oleh sebahagian besar masyarakat Indonesia. Masyarakat masih memandang bahwa ruang kelas adalah sekolah yang sesungguhnya dan kelas online itu kurang efektif. Masyarakat menganggap bahwa pembelajaran daring berdampak terhadap guru, murid, dan orang tua di mana pun. Teknologi tidak sepenuhnya dapat membantu proses belajar dari jarak jauh menjadi lebih mudah untuk diterapkan. Ada banyak kendala yang dihadapi oleh murid dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran jarak jauh adalah salah satunya kendala yang tidak dapat dijangkau oleh teknologi yang lebih dari itu semua adalah teknologi tidak dapat menyentuh salah satu inti dari Pendidikan itu sendiri, yakni pendidikan karakter yang salah satu cirinya adalah budaya positif.

Pendidikan karakter di masa pandemi melalui pembelajaran jarak jauh ini tentu harus dituntun, diawasi dan dikontrol oleh guru, sesuai dengan nilai dan peran guru juga hakikat pendidikan Ki Hajar Dewantara

Beberapa kendala yang dirasakan guru dan murid dalam pembelajaran online:

  1.  Guru harus melayani murid 24 jam
  2.  Guru tidak memiliki rasa kedekatan dengan murid
  3.  Tidak timbul komunikasi positif ( murid tidak sopan dalam bertutur kata)
  4.  Murid cuek terhadap pembelajaran
  5.  Murid merasa diabaikan guru
  6.   Murid merasa guru terlalu banyak memberi tugas
  7.   Kuota dan jaringan yang tidak stabil

Tujuan

Tujuan rancangan aksi nyata:

  •       Menumbuhkan budaya positif sebagai upaya penanaman pendidikan karakter
  •       Menumbuhkan komunikasi positif antara guru, murid, dan orang tua
  •       Mengetahui harapan dan keinginan murid sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan

Deskripsi Aksi

Berdasarkan latar belakang yang ada, pada kegiatan aksi nyata ini saya ingin mencoba menerapkan budaya positif dalam pembelajaran jarak jauh. Tahapan yang dilakukan dalam melakukan aksi nyata ini adalah:

  •       Menyusun rancangan aksi
  •       Membuat kesepakatan kelas antara guru dan murid
  •       Menyajikan hasil kesepakatan kelas
  •       Mensosialisasikan kesepakatan kelas kepada guru BK dan orang tua
  •       Melaksanakan kesepakatan kelas
  •       Melaksanakan evaluasi dan refleksi kesepakatan kelas

Hasil

Indikator keberhasilan dari aksi nyata ini adalah:

  •       Terciptanya komunikasi positif antara guru, murid dan orang tua
  •       Terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan
  •       Terciptanya pembiasaan budaya positif

Pada beberapa kali pembelajaran yang telah dilakukan, sudah tampak usaha murid untuk menciptakan komunikasi positif dengan guru, guru tidak lagi mendapatkan pesan 24 jam. Murid lebih antusias dalam pembelajaran, meskipun tetap masih ada beberapa murid yang belum bergabung dalam pembelajaran dikarenakan keterbatasan kuota.

 

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

Salah satu  kendala dalam pelaksanaan aksi nyata ini adalah koneksi yang tidak stabil, banyak murid yang tinggal di daerah yang terkadang mengalami kendala koneksi. Selain itu, paket Internet yang terbatas juga mempengaruhi kondisi kegiatan Aksi nyata ini sehingga beberapa murid tidak dapat mengikutinya. Namun saya mengatasi masalah ini dengan mencetak angket harapan murid. Meskipun hasil nagket ini belum bisa disimpulkan dan dianalisis..

Rencana Perbaikan

Rancangan aksi nyata ini akan diteruskan untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dan merdeka belajar. Tahapan refleksi bulanan akan dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di bulan berikutnya.

Ada beberapa perbaikan yang masih harus saya lakukan demi peningkatan kualitas pendidikan paling tidak di satuan pendidikan saya. Dengan mengupgrade diri untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik di sekolah saya. Langkah kedepannya yang saya lakukan adalah dengan mengajak rekan guru di satuan pendidikan saya. Tujuannya adalah mengajak rekan guru untuk berkolaborasi menanamkan budaya positif di sekolah

Dukungan yang dibutuhkan

Pelaksanaan aksi nyata ini tentu akan lebih berhasil jika terdapat dukungan dari berbagai pihak. Saya sangat berharap besar terhadap dukungan dari murid, guru BK, rekan sejawat lain, kepala sekolah sebagai pemberi izin, dan tentu orangtua murid yang menjadi tonggak pendidikan karakter di rumah.

Dokumentasi saat diskusi kesepakatan kelas menggunakan zoom meet


Foto chat harapan dan keinginan murid dalam membuat kesepakatan kelas


Foto pernyataan siap melaksanakan hasil kesepakatan pada buku / kertas masing-masing


Hasil kesepakatan kelas










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Nyata

Aksi Nyata 1.4 Budaya Positif Latar Belakang Pada masa pandemi Covid-19 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan...