Assalamu'alaikum wr wb
Hai Mathers dan
Sahabat Belajar, kali ini saya ingin berbagi mengenai Koneksi antar materi dari modul 2.1 yaitu tentang Pembelajaran
Berdiferensiasi.
Pembelajaran
Berdiferensiasi merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di
kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran
berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense)
yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Dalam Tomlinson
(2001:1), pada pembelajaran diferensiasi berarti mencampurkan semua perbedaan
untuk mendapatkan suatu informasi, membuat ide dan mengekspresikan apa yang
mereka pelajari. Dengan kata lain bahwa pembelajaran diferensiasi adalah
menciptakan suatu kelas yang beragam dengan memberikan kesempatan dalam meraih
konten, memproses suatu ide dan meningkatkan hasil setiap murid, sehingga
murid-murid akan bisa lebih belajar dengan efektif.
Selanjutnya, Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal?
Dalam memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu
mencapai hasil belajar yang optimal maka harus ditentukan langkah-langkah
pembelajaran dan tujuan yang jelas.
1. Menetapkan Tujuan Pembelajaran (Pahami Kompetensi Dasar atau Standar yang akan dicapai, Tentukan Tujuan Pembelajaran).
2. Melakukan pemetaan kebutuhan siswa (Pre tes minat, profil belajar dan kesiapan belajar)
3. Menentukan Strategi dan alat penilaian yang digunakan
4. Menentukan Kegiatan Pembelajaran (Konten, Proses, Produk)
Tujuan Pembelajaran
Berdiferensiasi
- Tujuan untuk setiap siswa adalah pertumbuhan maksimum dari "posisi belajar" -mereka saat ini. Tujuan untuk guru adalah semakin memahami tentang posisi belajar tersebut sehingga pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
- Ketika guru melakukan pembelajaran berdiferensiasi mereka menjauh dari melihat diri mereka sendiri sebagai pemilik dan penyebar pengetahuan dan bergerak ke arah melihat diri mereka sendiri sebagai penyelenggara kesempatan belajar. Guru dengan demikian akan lebih fokus pada “membaca” siswa mereka.
- Diferensiasi menghendaki seorang guru untuk menyadari bahwa ruang kelas harus menjadi tempat di mana guru akan selalu berusaha mengejar pemahaman terbaik mereka tentang pengajaran dan pembelajaran setiap hari, dan juga untuk mengingat setiap hari bahwa tidak ada praktik yang benar-benar praktik terbaik kecuali jika itu berhasil untuk setiap individu.
Pembelajaran berdiferensiasi memiliki peranan yang sangat penting untuk menumbuhkembangkan peserta didik secara holistic. Cita-cita Ki Hajar Dewantara untuk menciptakan manusia yang memiliki keluasan mental, spiritual, dan intelektual akan tercapai melalui pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif akan sangat mudah diintegrasikan dalam proses pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik.
Kita juga tidak
menghilangkan kekuatan yang dimiliki peserta didik dalam mengimplementasikan
pembelajaran berdiferensiasi. Berbekal kekuatan yang dimiliki peserta didik
kita akan lebih mudah untuk melakukan perubahan untuk menciptakan ekosistem
pendidikan yang selalu memperhatikan kebutuhan peserta didik. Secara sadar
displin positif akan tumbuh dan terbiasa dilakukan peserta didik karena apa
yang mereka lakukan dalam pembelajaran bediferensiasi sudah diselaraskan dengan
kebutuhan mereka. Mereka merasa dihargai dan diakui eksistensinya maka mereka
otomatis akan melakukan tindakan yang berbudaya positif sebagai bentuk timbal
balik dari pembelajaran berdiferensiasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar