Senin, 19 Juli 2021

Koneksi Antar Materi 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Assalamu'alaikum wr wb

Hai Mathers dan Sahabat Belajar, kali ini saya ingin berbagi mengenai Koneksi antar materi dari modul 2.1 yaitu tentang Pembelajaran Berdiferensiasi.

repository.unp.ac.id

 

Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Dalam Tomlinson (2001:1), pada pembelajaran diferensiasi berarti mencampurkan semua perbedaan untuk mendapatkan suatu informasi, membuat ide dan mengekspresikan apa yang mereka pelajari. Dengan kata lain bahwa pembelajaran diferensiasi adalah menciptakan suatu kelas yang beragam dengan memberikan kesempatan dalam meraih konten, memproses suatu ide dan meningkatkan hasil setiap murid, sehingga murid-murid akan bisa lebih belajar dengan efektif.

 Strategi dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

Selanjutnya, Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal?

Dalam memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal maka harus ditentukan langkah-langkah pembelajaran dan tujuan yang jelas.

 Langkah-langkah dalam pembelajaran  Berdiferensiasi

1. Menetapkan Tujuan Pembelajaran (Pahami Kompetensi Dasar atau Standar yang akan dicapai, Tentukan Tujuan Pembelajaran).

2. Melakukan pemetaan kebutuhan siswa (Pre tes minat, profil belajar dan kesiapan belajar)

3. Menentukan Strategi dan alat penilaian yang digunakan

4. Menentukan Kegiatan Pembelajaran (Konten, Proses, Produk)

  

Tujuan Pembelajaran Berdiferensiasi

  • Tujuan untuk setiap siswa adalah pertumbuhan maksimum dari "posisi belajar" -mereka saat ini. Tujuan untuk guru adalah semakin memahami tentang posisi belajar tersebut sehingga pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  •  Ketika guru melakukan pembelajaran berdiferensiasi mereka menjauh dari melihat diri mereka sendiri sebagai pemilik dan penyebar pengetahuan dan bergerak ke arah melihat diri mereka sendiri sebagai penyelenggara kesempatan belajar. Guru dengan demikian akan lebih fokus pada “membaca” siswa mereka.
  • Diferensiasi menghendaki seorang guru untuk menyadari bahwa ruang kelas harus menjadi tempat di mana guru akan selalu berusaha mengejar pemahaman terbaik mereka tentang pengajaran dan pembelajaran setiap hari, dan juga untuk mengingat setiap hari bahwa tidak ada praktik yang benar-benar praktik terbaik kecuali jika itu berhasil untuk setiap individu.

 Kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.

Pembelajaran berdiferensiasi memiliki peranan yang sangat penting untuk menumbuhkembangkan peserta didik secara holistic. Cita-cita Ki Hajar Dewantara untuk menciptakan manusia yang memiliki keluasan mental, spiritual, dan intelektual akan tercapai melalui pembelajaran berdiferensiasi. Selain itu, kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif akan sangat mudah diintegrasikan dalam proses pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik.

 Nilai-nilai positif yang harus dimiliki seorang guru penggerak seperti Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid akan secara otomatis tumbuh dan terlestarikan dalam diri seorang Guru pada saat membuat perencanaan, pelaksaanan, assessment, dan rencana tindak lanjaut dalam pembelajaran berdiferensiasi. Dibutuhkan pendidik yang terampil dan berkompeten sehingga mampu berkontribusi secara aktif untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid atau pembelajaran yang selalu mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta itu semua terjawab dengan pembelajaran berdifrensiasi.

Kita juga tidak menghilangkan kekuatan yang dimiliki peserta didik dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Berbekal kekuatan yang dimiliki peserta didik kita akan lebih mudah untuk melakukan perubahan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang selalu memperhatikan kebutuhan peserta didik. Secara sadar displin positif akan tumbuh dan terbiasa dilakukan peserta didik karena apa yang mereka lakukan dalam pembelajaran bediferensiasi sudah diselaraskan dengan kebutuhan mereka. Mereka merasa dihargai dan diakui eksistensinya maka mereka otomatis akan melakukan tindakan yang berbudaya positif sebagai bentuk timbal balik dari pembelajaran berdiferensiasi.

 

Demikian koneksi antar materi Pembelajaran Berdiferensiasi.

Semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Nyata

Aksi Nyata 1.4 Budaya Positif Latar Belakang Pada masa pandemi Covid-19 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan...