Minggu, 30 Mei 2021

Aksi Nyata Penerapan Pemikiran KHD sesuai Peran Guru Penggerak

Latar Belakang

Semenjak terjadinya pandemi di bulan Maret 2020, kegiatan pembelajaran di sekolah dialihkan melalui pembelajaran daring dari rumah. Meskipun terasa sekali terpaksa, tetapi demi kesehatan pembelajaran daring ini tetap dilaksanakan.

Fakta di lapangan, pembelajaran daring yang dilakukan belum maksimal. Banyak faktor yang tentu mengakibatkan hal ini terjadi. Salah satunya adalah guru yang masih terlalu fokus pada target kurikulum. Padahal hal ini sedikit bertentangan dengan pemikiran KHD bahwa pembelajaran harus berpusat pada murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Artinya pembelajaran harus memperhatikan keterbatasan siswa dalam memahami materi pelajaran dan juga harus melek terhadap teknologi

Pemikiran KHD sangatlah penting, sesuai dengan perkembangan tekonologi dan pendidikan saat ini. Filosofi yang sangat terkenal yaitu ‘Ing Madya Mangun Karsa, Ing Ngarsa Sung Tulada, Tut Wuri Handayani masih sangat relevan dengan pendidikan saat ini. Sebagai guru kita harus memberikan dorongan dan arahan, mampu menciptakan ide dan harus bisa memberi teladan dan contoh yang baik dengan perkataan dan tindakan yang baik. Jika hal ini diaplikasikan dengan maksimal, maka akan tercipta kondisi siswa dan guru berkolaborasi untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh murid. Sehingga akan tercipta pembelajaran yang berpihak pada murid dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan.

Perkembangan teknologi tidak terlepas dari peran pendidikan pada saat ini. Kita tidak bisa terlepas dari teknologi untuk menjalankan proses pembelajaran.

Pada aksi nyata ini, saya sebagai pemimpin pembelajaran mencoba memaksimalkan pengunaan zoom dan video pembelajaran yang saya buat sendiri untuk melaksanakan proses pembelajaran, berdiskusi, dan memberikan umpan balik terhadap kegiatan siswa yang dilaksanakan di rumah agar pembelajaran lebih bermakna dan berpusat pada siswa.




Hal di atas biasa saya lakukan dalam pembelajaran, tapi saya terkaget ketika melihat tugas-tugas yang siswa kerjakan. Banyak diantara mereka yang tidak mengerjakan tugas. Bahkan video yang saya buat pun ada yang viewersnya hanya beberapa persen dari seluruh siswa. Hal ini berarti mereka ada yang memang menyimak video ada yang tidak.

Terlihat dari data di bawah ini, masih banyak tanda merah yang ada pada rekap tugas siswa. Itu artinya siswa tersebut belum mengerjakan tugas sampai waktu yang telah ditentukan. (Sebagian sudah ada nilainya setelah dilakukan tindakan)



Aksi nyata

Adanya kejadian di atas, mendorong saya untuk melakukan sebuah aksi nyata perubahan setidaknya di kelas yang saya ampu saat ini. Yang pertama saya lakukan adalah membuka komunikasi lewat aplikasi whatsapp secara intens. Jika sebelumnya saya tidak menerima pengumpulan tugas lewat whatsapp, saat ini saya coba membuka diri dengan menerima tugas melalui aplikasi whatsapp. Selanjutnya saya merubah metode dan media pembelajaran dari yang hanya menggunakan video, saya tawarkan kepada siswa untuk memilih media. Diantara mereka ternyata banyak juga yang merasa nyaman dengan pembelajaran menggunakan modul atau power point. Selain itu pembuatan tugas pun ada yang menggunakan video dan berkelompok.

Kegiatan Aksi Nyata

Setelah teridentifikasi media dan metode belajar  yang diinginkan siswa, saya mencoba melakukan pembelajaran dengan menggunakan gabungan whatsapp grup, video, dan modul dalam satu waktu. Jika biasanya cukup lewat video pembelajaran, kali ini saya melaksanakan pembelajaran dengan whatsapp dengan langsung berdiskusi bersama siswa. Pada diskusi ini, mereka bisa menggunakan gambar bahkan pesan suara untuk mengungkapkan pendapat mereka. Selanjutnya saya memberikan tugas kelompok agar siswa yang masih merasa bingung bisa terbantu oleh temannya.

Pemberian materi dengan video pada whatsapp grup


Diskusi menanggapi video, berpendapat menggunakan voice note



Menggunakan gambar



Hasil tugas kelompok menggunakan video



https://youtu.be/5VQ4L8VYra0

  

Hasil Aksi nyata

Secara umum, hasil yang diperoleh setelah melaksanakan aksi nyata adalah adanya perubahan pandangan siswa terhadap gurunya. Mereka lebih terbuka dan berani mengungkapkan pendapatnya. Dari segi motivasi pun lebih meningkat. Mereka terasa terbantu oleh temannya yang memang sudah bisa dan gemar pelajaran ini. Tugas mereka yang sebelumnya merah pun sudah terisi.

 

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan

Salah satu  kendala dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah koneksi yang tidak stabil, banyak siswa yang tinggal di daerah yang terkadang mengalami kendala koneksi. Selain itu, paket Internet yang terbatas juga mempengaruhi kondisi kegiatan Aksi nyata ini sehingga beberapa murid tidak dapat mengikutinya. Namun saya mengatasi masalah ini dengan mencetak modul untuk diambil siswa di sekolah.

Keberhasilan:

Kegiatan aksi nyata yang saya lakukan di kelas memilikii dampak positif bagi siswa saya. Salah satunya adalah ada peningkatan motivasi belajar. Mereka berpendapat kegiatan ini mampu memotivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran karena konsep merdeka belajar yang membuat mereka lebih tertarik dan tertantang dalam melaksanakan pembelajaran tersebut.

Rencana Perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Rancangan aksi nyata ini akan diteruskan untuk menyambut tahun ajaran baru, kolaborasi membuat kesepakatan kelas yang berpusat pada murid dengan beberapa konten atau isi berisi aspirasi peserta didik. Tahapan refleksi akhir semester akan dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. Dengan mengagendakan kegiatan sharing dan kolaborasi Bersama antar guru mata pelajaran, walaupun dalam jaringan atau online.

Rencana Perbaikan Pelaksaan Di Masa Mendatang.

Ada beberapa perbaikan yang masih harus saya lakukan demi peningkatan kualitas pendidikan paling tidak di satuan pendidikan saya. Dengan mengupgrade diri untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik di sekolah saya. Langkah kedepannya yang saya lakukan adalah dengan mengajak rekan guru di satuan pendidikan saya. Tujuannya adalah mengajak rekan guru untuk berkolaborasi menanamkan filosofi Ki Hadjar Dewantara yang memberikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aksi Nyata

Aksi Nyata 1.4 Budaya Positif Latar Belakang Pada masa pandemi Covid-19 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan...