Latar Belakang
Semenjak terjadinya
pandemi di bulan Maret 2020, kegiatan pembelajaran di sekolah dialihkan melalui
pembelajaran daring dari rumah. Meskipun terasa sekali terpaksa, tetapi demi
kesehatan pembelajaran daring ini tetap dilaksanakan.
Fakta di lapangan, pembelajaran
daring yang dilakukan belum maksimal. Banyak faktor yang tentu mengakibatkan
hal ini terjadi. Salah satunya adalah guru yang masih terlalu fokus pada target
kurikulum. Padahal hal ini sedikit bertentangan dengan pemikiran KHD bahwa
pembelajaran harus berpusat pada murid sesuai dengan kodrat alam dan kodrat
zamannya. Artinya pembelajaran harus memperhatikan keterbatasan siswa dalam
memahami materi pelajaran dan juga harus melek terhadap teknologi
Pemikiran KHD sangatlah
penting, sesuai dengan perkembangan tekonologi dan pendidikan saat ini.
Filosofi yang sangat terkenal yaitu ‘Ing Madya Mangun Karsa, Ing Ngarsa Sung
Tulada, Tut Wuri Handayani masih sangat relevan dengan pendidikan saat ini.
Sebagai guru kita harus memberikan dorongan dan arahan, mampu menciptakan ide
dan harus bisa memberi teladan dan contoh yang baik dengan perkataan dan
tindakan yang baik. Jika hal ini diaplikasikan dengan maksimal, maka akan
tercipta kondisi siswa dan guru berkolaborasi untuk menggali dan mengembangkan
potensi yang dimiliki oleh murid. Sehingga akan tercipta pembelajaran yang
berpihak pada murid dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan.
Perkembangan teknologi
tidak terlepas dari peran pendidikan pada saat ini. Kita tidak bisa terlepas
dari teknologi untuk menjalankan proses pembelajaran.
Pada aksi nyata ini, saya sebagai pemimpin pembelajaran mencoba memaksimalkan pengunaan zoom dan video pembelajaran yang saya buat
sendiri untuk melaksanakan proses pembelajaran, berdiskusi, dan memberikan
umpan balik terhadap kegiatan siswa yang dilaksanakan di rumah agar
pembelajaran lebih bermakna dan berpusat pada siswa.
Hal di atas biasa saya lakukan dalam pembelajaran, tapi saya terkaget ketika melihat tugas-tugas yang siswa kerjakan. Banyak diantara mereka yang tidak mengerjakan tugas. Bahkan video yang saya buat pun ada yang viewersnya hanya beberapa persen dari seluruh siswa. Hal ini berarti mereka ada yang memang menyimak video ada yang tidak.
Terlihat dari data di
bawah ini, masih banyak tanda merah yang ada pada rekap tugas siswa. Itu
artinya siswa tersebut belum mengerjakan tugas sampai waktu yang telah
ditentukan. (Sebagian sudah ada nilainya setelah dilakukan tindakan)
Aksi
nyata
Adanya kejadian di atas,
mendorong saya untuk melakukan sebuah aksi nyata perubahan setidaknya di kelas
yang saya ampu saat ini. Yang pertama saya lakukan adalah membuka komunikasi
lewat aplikasi whatsapp secara intens. Jika sebelumnya saya tidak menerima
pengumpulan tugas lewat whatsapp, saat ini saya coba membuka diri dengan
menerima tugas melalui aplikasi whatsapp. Selanjutnya saya merubah metode dan
media pembelajaran dari yang hanya menggunakan video, saya tawarkan kepada
siswa untuk memilih media. Diantara mereka ternyata banyak juga yang merasa
nyaman dengan pembelajaran menggunakan modul atau power point. Selain itu
pembuatan tugas pun ada yang menggunakan video dan berkelompok.
Kegiatan
Aksi Nyata
Setelah teridentifikasi
media dan metode belajar yang diinginkan
siswa, saya mencoba melakukan pembelajaran dengan menggunakan gabungan whatsapp
grup, video, dan modul dalam satu waktu. Jika biasanya cukup lewat video
pembelajaran, kali ini saya melaksanakan pembelajaran dengan whatsapp dengan
langsung berdiskusi bersama siswa. Pada diskusi ini, mereka bisa menggunakan
gambar bahkan pesan suara untuk mengungkapkan pendapat mereka. Selanjutnya saya
memberikan tugas kelompok agar siswa yang masih merasa bingung bisa terbantu
oleh temannya.
Pemberian materi dengan
video pada whatsapp grup
Diskusi menanggapi video, berpendapat menggunakan voice note
Menggunakan gambar
Hasil tugas kelompok
menggunakan video
https://youtu.be/5VQ4L8VYra0
Hasil
Aksi nyata
Secara umum, hasil yang
diperoleh setelah melaksanakan aksi nyata adalah adanya perubahan pandangan
siswa terhadap gurunya. Mereka lebih terbuka dan berani mengungkapkan
pendapatnya. Dari segi motivasi pun lebih meningkat. Mereka terasa terbantu
oleh temannya yang memang sudah bisa dan gemar pelajaran ini. Tugas mereka yang
sebelumnya merah pun sudah terisi.
Pembelajaran yang didapat
dari pelaksanaan
Salah satu
kendala dalam pelaksanaan pembelajaran ini adalah koneksi yang tidak
stabil, banyak siswa yang tinggal di daerah yang terkadang mengalami kendala
koneksi. Selain itu, paket Internet yang terbatas juga mempengaruhi kondisi
kegiatan Aksi nyata ini sehingga beberapa murid tidak dapat mengikutinya. Namun
saya mengatasi masalah ini dengan mencetak modul untuk diambil siswa di
sekolah.
Keberhasilan:
Kegiatan aksi nyata yang saya
lakukan di kelas memilikii dampak positif bagi siswa saya. Salah satunya adalah
ada peningkatan motivasi belajar. Mereka berpendapat kegiatan ini mampu
memotivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran karena konsep merdeka belajar
yang membuat mereka lebih tertarik dan tertantang dalam melaksanakan
pembelajaran tersebut.
Rencana Perbaikan untuk
pelaksanaan di masa mendatang
Rancangan
aksi nyata ini akan diteruskan untuk menyambut tahun ajaran baru, kolaborasi
membuat kesepakatan kelas yang berpusat pada murid dengan beberapa konten atau
isi berisi aspirasi peserta didik. Tahapan refleksi akhir semester akan
dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. Dengan mengagendakan
kegiatan sharing dan kolaborasi Bersama antar guru mata pelajaran, walaupun
dalam jaringan atau online.
Rencana
Perbaikan Pelaksaan Di Masa Mendatang.
Ada beberapa perbaikan
yang masih harus saya lakukan demi peningkatan kualitas pendidikan paling tidak
di satuan pendidikan saya. Dengan mengupgrade diri untuk dapat memberikan
pelayanan pendidikan yang terbaik di sekolah saya. Langkah kedepannya yang saya
lakukan adalah dengan mengajak rekan guru di satuan pendidikan saya. Tujuannya
adalah mengajak rekan guru untuk berkolaborasi menanamkan filosofi Ki Hadjar
Dewantara yang memberikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar